Komitmen YKPMI untuk membangun rumah sementara bagi korban bencana gempa bumi 7,6 SR di Sumatera Barat telah terlaksana. Sebanyak 120 rumah sementara berukuran 4 x 6 m telah selesai dibangun dan telah dihuni oleh 120 KK yang menjadi korban bencana di Desa Guguk, Kec. VII Koto Sungai Sarik, Kab. Pariaman, Sumatera Barat.
Warga menyambut gembira bantuan rumah sementara ini. Karena pasca gempa, bantuan pemerintah untuk pembangunan rumah belum turun sehingga tidak sedikit dari mereka yang tinggal di pondok sederhana yang mereka bangun sendiri di sebelah rumah mereka yang telah roboh.
Akibat bencana gempa bumi yang terjadi seminggu yang lalu di Padang, Sumatera Barat, kegiatan belajar mengajar juga lumpuh. Melihat hal ini YKPMI berinisiatif untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajardi sekolah-sekolah.
Di posko Padang Pauh sendiri ada sebuah gedung sekolah dasar yaitu SDN 33 yang sudah hancur akibat gempa. Setelah berdiskusi dengan Wakil Kepala Sekolah, Bapak Sofinar, yaitu menyampaikan tujuan agar para siswa dapat kembali bersekolah yang disambut baik oleh beliau, akhirnya pada tanggal 8 Oktober 2009, sekolah darurat SDN 33 kembali dibuka.
Untuk terus meningkatkan pelayanan bagi korban gempa Sumatera Barat, YKPMI telah membuka posko lagi di Kab. Padang Pariaman, tepatnya di Kampung Pondok sejak tanggal 4 Oktober 2009. Keberadaan posko ini akan mempermudah YKPMI untuk mendistribusikan bantuan dan mengadakan pelayanan kesehatan.
Setelah melakukan survey ke beberapa titik di Kab. Pariaman, YKPMI menemukan ada beberpa lokasi yang sama sekali belum terjangkau oleh bantuan dan pelayanan medis. Nama desa tersebut Padang Pauh. Sebanyak 5 dusun dengan tak kurang dari 250 KK di kawasan tersebut sama sekali belum menerima bantuan. Padahal, kondisi mereka juga tak kalah parah dengan daerah lain.
Sejak YKPMI membuka posko kesehatan di Jl. Kampung Nias II No.23, pasien tak henti-hentinya berdatangan. Bahkan pada hari pertama layanan medis, pasien masih datang hingga pukul 11 malam.
Hingga saat ini, 5 Oktober 2009, YKPMI telah melayani hamper 1.000 pasien di kota Padang. Mereka begitu antusias mendengar adanya pengobatan gratis. Bahkan pada pagi tadi ada pasien yang datang pukul 7 pagi.