Pengobatan Gratis Menjangkau Daerah Dari Jawa Hingga Sumatera Layani 2.553 Pasien
Program Pengobatan Gratis bagi warga kurang mampu yang merupakan program rutin YKPMI masih terus berlangsung. Tidak hanya di Jakarta tetapi juga sampai ke daerah. Dalam periode April - Juli 2010, YKPMI telah mengadakan kegiatan ini di tiga daerah luar Jakarta yaitu Pemalang Jawa Tengah, Desa Cisarua Jawa Barat, dan Lampung.
Rangkaian kegiatan ini terlaksana atas dasar kepedulian GBI Kebon Sirih, GBI Gregorio, dan Dewan Gereja se-Bandar Jaya, Lampung. Di Lampung sendiri, kegiatan pengobatan gratis secara serentak diadakan di tiga lokasi berupa pengobatan umum dan gigi di Desa Margo Mulyo dan Desa Karang Endah, serta khitanan massal di Bandar Jaya, tanggal 22 Juli 2010.
Rp 270 Juta Melalui Ternak Itik Tahap I, 1.800 Ekor Itik Untuk 18 KK
Program Peningkatan Ekonomi yang ditujukan kepada warga kurang mampu di Yogyakarta semakin diperluas dengan pemberian bantuan berupa 4.500 ekor ternak itik yang diberikan kepada 45 ibu rumah tangga di Dusun Jonggrangan, Bantul, Yogyakarta. Untuk tahap pertama telah diserahkan sebanyak 1.800 ekor kepada 18 keluarga.
Ini merupakan program baru YKPMI untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Yogyakarta. Bantuan ini sendiri menggunakan sistem plasma, dimana penjualan telur dilakukan oleh YKPMI dengan menunjuk satu distributor.
Kisah Sukses Program Ternak Sapi “Saya Dapat Membiayai Sekolah Anak”
"Memasuki tahun ajaran baru ini, saya membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memasukkan anak saya ke SMU. Sementarasaya tidak memiliki uang sama sekali. Namun saya bersyukur dengan adanya pogram ternak sapi dari YKPMI,” kata Sabari (45) memulai kesaksiannya. “Setelah memelihara selama dua setengah tahun, anak sapi yang menjadi bagian saya, saya jual untuk membiayai sekolah anak. Karena di sini, kalau tidak punya sapi, anak tidak bisa sekolah.”
Lain halnya dengan Udi Wiyono (60) yang menjual anak sapinya untuk merenovasi rumah. “Rumah yang selama ini saya tinggali sangat sederhana, bahkan lantainya saja sudah pecah-pecah. Dengan sapi bantuan dari YKPMI, saya dapat merenovasi rumah sehingga nyaman untuk ditinggali,” katanya sambil tersenyum simpul.
Dalam berita sebelumnya diulas tentang kondisi sekolah dan siswa BOPKRI (Badan Oesaha Pendidikan Kristen Republik Indonesia) di Kecamatan Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, yang cukup memrihatinkan. Para siswa yang rumahnya cukup jauh memilih tinggal di sekolah dengan menyulap ruang perpustakaan menjadi kamar tidur, makan dan tidur seadanya, dan para pengajar yang seringkali terlambat menerima gaji.
Melihat kondisi ini, YKPMI mengambil inisiatif untuk membantu sekolah BOPKRI dengan merenovasi bangunan sekolah, pembuatan dapur yang layak bagi siswa yang tinggal di sekolah, menyediakan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan para siswa, memberikan makanan tambahan bergizi dua kali seminggu kepada sekitar 45 siswa, serta memberikan gaji tambahan kepada 10 orang tenaga pengajar. Total bantuan yang telah diberikan terhitung sejak Mei 2010 mencapai Rp 30 juta.