YKPMI Adakan 4 Kali Pengobatan Gratis Sepanjang November
Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat tidak mampu harus terus ditingkatkan. Ini menjadi alasan bagi YKPMI untuk mengadakan pengobatan gratis sebanyak 4 kali di sepanjang Bulan November 2009 di wilayah Jakarta.
Keempat lokasi yang menjadi tempat diadakannya kegiatan ini adalah: Grand Cakung Mal, Lapangan Puspomal Kelapa Gading, Rumah Susun Cakung Tipar, dan Pancoran dan berhasil melayani sekitar 1.500 pasien dari kalangan tidak mampu.
Akibat bencana gempa bumi yang terjadi seminggu yang lalu di Padang, Sumatera Barat, kegiatan belajar mengajar juga lumpuh. Melihat hal ini YKPMI berinisiatif untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajardi sekolah-sekolah.
Di posko Padang Pauh sendiri ada sebuah gedung sekolah dasar yaitu SDN 33 yang sudah hancur akibat gempa. Setelah berdiskusi dengan Wakil Kepala Sekolah, Bapak Sofinar, yaitu menyampaikan tujuan agar para siswa dapat kembali bersekolah yang disambut baik oleh beliau, akhirnya pada tanggal 8 Oktober 2009, sekolah darurat SDN 33 kembali dibuka.
YKPMI kembali mengadakan Pengobatan Gratis bagi warga kurang mampu di wilayah Jakarta. Kali ini mengambil tempat di Grand Cakung Jakarta Timur yang bekerjasama dengan BPD GBI DKI, 14 November 2009.
Pendaftaran sudah dibuka sejak pukul 08.00 pagi. Warga yang begitu antusias datang berduyun-duyun ke lokasi pengobatan. Usai mendaftar, mereka dengan sabar menunggu namanya dipanggil untuk diperiksa dokter. Tim medis yang berjumlah 14 orang segera melayani mereka.
Untuk terus meningkatkan pelayanan bagi korban gempa Sumatera Barat, YKPMI telah membuka posko lagi di Kab. Padang Pariaman, tepatnya di Kampung Pondok sejak tanggal 4 Oktober 2009. Keberadaan posko ini akan mempermudah YKPMI untuk mendistribusikan bantuan dan mengadakan pelayanan kesehatan.
Setelah melakukan survey ke beberapa titik di Kab. Pariaman, YKPMI menemukan ada beberpa lokasi yang sama sekali belum terjangkau oleh bantuan dan pelayanan medis. Nama desa tersebut Padang Pauh. Sebanyak 5 dusun dengan tak kurang dari 250 KK di kawasan tersebut sama sekali belum menerima bantuan. Padahal, kondisi mereka juga tak kalah parah dengan daerah lain.